Jumat, 07 September 2012

Liburan Ke Rumah Yuto~

 Title : Liburan Ke Rumah Yuto~
Author : Alba Layla Chan 
Genre : Friendship dan sedikit humor.
Rate : G
Cast : All memba HSJ.
Warning : gomen~ gaje pake bnget. -______- typo{s}, EYD amburadul, terus ceritanya juga puanjaaaaaanggg banget...
A/N : Untuk merayakan ultah abangku tersayang *disundul Yama* Yuto nii~ Otanjoubi Omedetou~ ^o^ gomen~~ hanya ini yang bisa aku kasih di hari ultah mu~ *halah..
yaudahlah~ baca ya~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

  ‎"Lelahnya..."
Suara keluhan seseorang itu membuat dirinya mengakhiri kegiatan yang ia lakukan tadi.
Kegiatan yang dilakukan bukan hanya dirinya saja tapi, juga kesembilan orang lainnya. Kegiatan apa itu? Mencuci? Memasak? Tentu bukan. Kesepuluh orang itu tepat berada didalam sebuah ruangan bercat putih dan didindingnya terdapat cermin-cermin besar yang menantulkan setiap gerakan yang mereka lakukan sekecil apa pun tampak jelas dipantulkan.

"Oke minna-san! Cukup latihan hari ini,"

Kata itulah akhirnya membuat mereka berYatta ria. ^^v Latihan? Ya, mereka selesai latihan, menari atau bahasa kerennya dance, sebenarnya itu bahasa Inggris ya. Dan yang berkata tadi adalah seorang koreografer yang mengajarkan kesepulah orang itu menari.

"Gerakannya kubuat lebih energik lagi. Sesuaikan dengan suara kalian. Ne minna, aku pulang duluan. Jyaa~" Kata koreagrafer itu meninggalkan ruangan yang berisikan sepuluh orang itu.

Ternyata mereka tidak hanya berlatih gerakan menari melainkan juga berlatih menyesuaikannya dengan suara atau bisa dibilang nyanyian.
Sekarang sudah jelas bahwa mereka adalah sebuah grup yang berisikan sepuluh manusia bergender laki-laki. Siapa mereka?

"Hey! Say! JUMP. Sudalah, siapa yang tidak tahu kami,"

Eh?! Ehem oke, ^^ Mereka adalah jeng.. jeng.. jeng...

"Hey! Say! JUMP!!!!"

Hai' ==" Mereka Hey! Say! JUMP, grup idol asal Jepang yang memiliki banyak talenta mulai dari bernyanyi, menari, akting, dll.

"Hei, hei. Mereka sudah tau itu, cepatlah kecerita,"

*Author : Cerewet~ =="* Baiklah, ayo kita mulai ke cerita. ^^

Selesai latihan tidak ada satu pun diantara mereka untuk beranjak, ya karna mereka masih lelah. Kesepulah orang itu masih mengatur nafas yang tidak karuan karna gerakan-gerakan yang mereka lakukan tadi saat latihan.

"Ryu, tolong ambilkan tasku," perintah temannya karna Ryu dekat dengan tas-tas mereka.

Ryu tidak menjawab dia

  masih ngatur nafasnya sambil duduk di sebuah sofa. Sedangkan yang lainnya ada yang tiduran, tengkurap, duduk, nungging(???) dan gelundungan dilantai.

"Hika! Kau sakit perut ya? Sampe nungging-nungging gitu?"

"Udah tau kecapean dikira sakit perut," Ya, ini hanyalah sedikit kekonyolan yang mereka buat. Yang bernama Hika tadi setelah disindir begitu mengubah posisinya menjadi tengkurap.

"Ryu! Kau dengar tidak? Tolong ambilkan tasku!"

Ryu menatap orang yang menyuruhnya itu dengan sinis kemudian mengalihkan pandangannya ke tas-tas disebelah kirinya, lalu memandang orang itu lagi dan tas-tas itu lagi bergantian.

"Daichan kan duduk disebelahku? Tak bisakah mengambilnya sendiri? Tinggal mengulurkan tanganmu kesampingku apa susahnya?"

Orang itu一 Daichan hanya mendengus pelan dan mengambil tasnya sendiri. Ryu kembali fokus dengan nafasnya.

Tok.. Tok.. Tok..

Terdengar dari arah pintu, seseorang mengetuknya. Tanpa menunggu jawaban apapun langsung membukanya. Sekarang muncullah seorang yang tak asing bagi mereka.
"Menejer?" Ucap mereka bersamaan.

Yang disebut menejer itu memberi senyuman. Lalu mendekat ke tengah-tengah mereka dan duduk di sofa dekat Daiki.

"Aku punya berita menggembirakan!" Ucap menejer itu dengan semangat.

"Apa itu?" Tanya Daiki penasaran.

"Kalian mau tau?" Tanyanya dengan mencengkram bahu Daiki.

Daiki hanya bengong, tak mengerti dengan kelakukan menejernya. Yang lain pun tak mengerti. Ada berita penting apa?

"Sudah katakan saja," kata Ryu dengan santai.

Yang lain mengubah posisinya duduk menghadap sang menejer. Mereka memperhatikan dengan serius. Menunggu apa informasi itu.
Merasa sudah diperhatikan, sang menejer siap untuk menyampaikan informasi itu sambil menghadap mereka.

"Kalian akan diberi libur selama 3 hari!" Ucap menejer itu gembira.

Belum ada respon dari mereka. Semua masih tampak bingung. Jadi itu beritanya? Masih diam memandang menejer itu yang memandang mereka pula dengan senyuman.

~POV Yuto~

Heh??! Libur 3 hari? Benarkah? Ku perhatikan semuanya masih tampak diam.

"Hanya 3 hari?" Kataku memecah keheningan.
Semuanya menengok ke arahku yang duduk di barisanp paling belakang.
"Hai' ^^" Jawab menejer.

Dan sekarang semua mata memandangnya lagi dengan pandangan malas tak bingung lagi. Hah~

"Ku kira seminggu," kata Ryo sambil membaringkan tubuhnya ke lantai.

"Bersyukur sajalah," Chinen ikut bicara dan mengikuti apa yang Ryo lakukan.

3 hari ya? Apa yang akan aku lakukan selama 3 hari? Hah~.
Ku hela nafas pelan dan membaringkan tubuhku ke lantai.

"Libur mulai besok oke? Saa minna~ Aku masih ada bnyak urusan~ Jyaa~" Kata menejer seraya meninggalkan ruang latihan ini.

"Hah~" Hela nafas kami bersamaan.

Merekapun mulai beranjak tapi, tidak untuk pulang. Mungkin ada yang memainkan ponselnya, ke kamar mandi, tiduran di sofa, dan lain-lain. Aku masih berbaring di lantai.
Aku bersyukur karna dapat hari libur tapi, bingung apa yang harus kulakukan selama 3 hari itu. Berlibur bersama keluarga?Oh iya~ Orangtuaku, mereka sedang pergi keluar kota. Adikku pergi ke rumah nenek. Aku?

"Yut~" Panggil Ryo sambil mengguling-gulingkan badaannya ke arahku. Merasa dipanggil, aku menengok ke arahnya dan memperhatikannya yang menuju ke arahku.

"Aku bingung. 3 hari kedepan apa yang akan ku lakukan?" Kata Ryo yang berhasil sampai ke sampingku.

Aku saja binngung dia malah bertanya padaku.

"Aku tidak tau. Itu urusanmu," kataku.

Di menatap ke arah ku heran.
"Setidaknya kau memberikan saran,"

"Aku saja bingung. Mungkin lebih baik istirahat dirumah saja," ucapku sambil bangkit untuk mengambil tasku. Meninggalkan Ryo yang masih berbaring di lantai menatapku bingung.
Ku raih tasku dan membukanya, mengambil ponsel didalamnya. Aku ingin mengeceknya.
'1 panggilan tidak terjawab' Itu yang tertera dilayar ponselku. Ku klik tanda OK dan melihat siapa yang menelponku.
'Okaasan?' Doushite? Penasaran, aku telpon saja. Ku tunggu sampai ada jawaban.

"Doushite Yuto?" Ah~ terjawab!

"Ano~ Kaasan tadi menelponku? Ada apa?" Tanyaku langsung.

"Oh~ Begini, kemungkinan kami tidak pulang besok. Adikmu juga kemungkinan juga sama," jawab Ibuku.
Hah~ Ternyata tidak pulang besok.

"Hai' Yasudah kalau begitu aku tunggu," kataku mengakhiri pembicaraan. Sudahku duga~ -.-" Saatku ada waktu luang, mereka pasti tidak ada dirumah. Kapan? Kenapa tidak besok? Padahalkan...

"Yut!" Panggil Ryo dengan menarik-narik bajuku, mengagetkanku saja. -.-

"Nani?" Jawabku.

"Besok aku kerumahmu ya? Kalo boleh menginap juga," pinta Ryo.

"Heh?" Menginap? Ryo? Dirumahku? Sebenarnya aku tak perlu kaget tapi..

"Kebetulan orangtuaku dan adikku sedang tidak ada dirumah. Baiklah," hah~ Sepertinya tidak apa-apalah.

"Yatta! Yo minna! Besok kita menginap dirumah Yuto! Yey!" Sorak Ryo.

Minna? Kita? ._.a Yang lain ikut bersorak.

Minna?

Kita?

Bukan hanya Ryo?

"HEH????!!!!!!" Cho-Chotto! Ku kira hanya Ryo saja yang menginap. Kenapa yang lain juga ikut?

"Yey! Ayo pulang. Ne Yut~ Ikou," ajak Ryo.

Pasti saat ini keadaanku konyol. Mulut yang menganga dan mata bulat sempurna. Aihhh~ wajahku yang tampan jadi aneh. Ku lihat yang lain sudah meninggalkan ruangan ini. Dan Ryo juga berjalan meninggalkanku.

"Cho-Chotto matte!" Aku kejar Ryo yang sudah hilang dibalik pintu

‎"Chotto matte, Ryo!" Ku kejar dia dan ku gapai tangannya. Seketika dia berhenti serta membalikan badannya menghadapku. Dia menatapku bingung.

"Yut~ Jangan dipegang gitu~ Aku malu~"
Kugeplak kepalanya~ Baka!!
"Ku kira hanya kau yang menginap,"

"Kenapa? Kau keberatan?" Tanyanya.

"Ya tidak tapi..."

"Anak pintar. Aku duluan ya," ucap Ryo berjalan meninggalkanku.

Heh?! Ryosuke!

-------------------------

Hah~ Setelah tersadar dari alam mimpi, ku buka hari dengan senyuman. Udara yang sejuk masuk dari ventilasi ke dalam kamarku. Matahari yang belum muncul sempurna, aku sudah terbangun? Pukul berapa ini? Ya, 05.30. Apa yang ku lakukan pagi-pagi begini? Tentu saja olahraga. Hehe.
Kurasa aku tak perlu mandi untuk olahraga, percuma saja. Nanti berkeringat juga. Jadwalku hari ini.. Ah iya! Sekarang kan aku libur! Baiklah, pertama-tama aku olahraga, mandi, sarapan, lalu..
Seketika senyumanku meredup mengingat apa yang nanti terjadi~ Ryo akan membawa pasukan perang~ Bukan!

"Arrgghh,"

Tingnong.
Siapa pagi-pagi begini bertamu kerumah? Baru saja aku mau beranjak mengambil handuk kecil di dalam lemari. Ku urungkan niatku dan berjalan ke arah pintu masuk.

Tingnong..

Aa~

Tingnong.. Tingnong.. Tingnong..

Cerewet!

Tingnong.. Tingnong.. Ting一

Apa-apaan tamu itu? Memencet bel sampe segitunya. Saatku membuka pintu, suara bel pun berakhir.

"Chotto matte kud一"

"Ohayou Nakajima-san!"

HEH???!!! Kenapa pagi-pagi begini mereka ke rumahku?! Hah? Eh??? Aku hanya bengong memandangi mereka. Ya! Mereka Ryo beserta pasukan tempurnya. Apa? Ryo!!!

"Nakajima-san, bisakah kita masuk?" Kata Chinen menyadarkan lamunanku.

"Si-Silahkan," jawabku.

Satu persatu mereka masuk dengan senyuman bahagi. Aa~ tamat sudah riwayat rumahku. T.T

"Oha一" Sebelum Ryo masuk, aku mencegahnya didepan pintu.

"Kau! Sampai terjadi apa-apa itu salahmu!" Ancamku.
Selesai mengancam, ku kembali ke dalam. Ryo mengikuti dibelakangku. Ku lihat dengan ekor mataku, tak sedikit pun rasa bersalah di wajah Ryo.
Mereka semua berkumpul diruang tamu dengan duduk manis. Ck, lihat saja nanti apa yang terjadi setelah ini. Ku yakin, duduk manis mereka akan berubah menjadi layaknya duduk di warteg. Aa~ =="

"Nakajima-san, tidakkah kau menawari minum kepada tamumu ini?" Ucap Chinen dengan gaya manis.

"Berhenti panggil aku Nakajima-san," Segera aku menuju dapur untuk membuatkan mereka minuman. Ku beri apa ya mereka? Ini masih pagi, ku beri susu hangat saja. Wee~

Gubrakk.. Duagh.. Brukk..

Eh? Suara ribut apa itu? Pasti mereka! Suara dari ruang tamu ke dapur sangat terdengar, karna letak dapur dekat dengan ruang tamu yang dibatasi dengan tembok.
Suara ribut itu masih terdengar, membuatku risih. Selesai membuat minumannya, dengan cepat ku berjalan ke ruang tamu.

"Apa yang一" Eh?

"Wah ternyata kita benar dibuatkan minuman ne," kata Kei dengan gaya Ibu-ibu arisan.

Tidak seperti yang kupikirkan tadi didapur. Mereka tidak melakukan apa-apa, hanya duduk seperti awal tadi.
Ku beri mereka minuman satu-satu. Lalu duduk di sebelah Chinen. Mereka belum menyentuh minumannya, tampak raut bingung diwajah mereka.

"Tidak diminum?"

"Susu? Ku kira teh," kata Chinen.

"Kenapa tidak mau? Itu bagus untuk pertumbuhanmu Chii," ucapku santai.

Serentak mereka menghela nafas berat dan langsung meminumnya. Bersyukurlah ku beri susu. Kenapa jadi masalah?

"Yut~ Aku lapar," kata Ryo tanpa ragu-ragu.

Eh? Ku tengok ke arah Ryo yang ada disebelah kanan Chinen. Ku tak kuat melihat wajah memohonnya. Tak mau melihatnya, ku alihkan pandanganku ke yang lain. Heh? Sama seperti Ryo. Hah~ -..- Mereka belum makan dari rumah ya?

"Baiklah! Tunggu sebentar!" Ku naikan nada bicaraku.

Merepotkan~ Dengan agak malas ku menuju dapur. Masak apa ya? Memang aku bisa masak? Masak air saja kematengan. Eh? Ya begitulah. Di dalam kulkas ada apa saja ya? Ku buka banyak bahan makanan.

"Butuh bantuan?" Tanpa kusadari, Ryo sudah berdiri dibelakangku ditemani Kei.

Ku tengok ke belakang.

Kyyaa~

#Duagh..
"Ittai~" Ku elus-elus kepalaku yang terbentur pintu kulkas.

Ryo berdiri dibelakangku sambil memegang pisau daging yang besar itu. Membuatku kaget. Kei hanya tertawa melihat.

"Sudah, sudah~ Aku sudah lapar nih. Ayo,"

Kami pun memulai memasak. Emm~ menunya nasi goreng. Dimulai aku memotong bawang. Ryo menyiapkan nasinya dan bumbu-bumbu. Kei menyiapkan toping untuk nasinya nanti. Oke mulai memasak! Kami masing-masing membuat masakannya. Ya walaupun banyak kesalahan yang kami buat saat memasaknya. Dari rasanya keasinan, nasinya gosong, dan lain-lainlah. Kacau! Dapurku sudah seperti kapal pecah. =..="

Selesai!

"Makanan siap!" Teriak Kei semangat.

Mereka sudah menunggu dimeja makan. Bosan~ itulah yang nampak jelas di wajah mereka. Hehe~ ternyata kami memasak hampir 2 jam. ^^v Menyadari kedatangan kami, mereka dengan sigap
duduk semangat kembali.

"Ittadakimasu~" Ucap kami bersamaan.

Wahaha. Mereka kelaparan. Ku lirik jam dinding dekat meja makan ini, sudah menunjukan pukul 11 siang. Heh? Secepat itu kah waktu?

Tingnong..

"Yut ada tamu tuh," baru saja aku ingin melahap satu sendok lagi, Daiki disebelahku memberitahu ada tamu dengan menyenggolku dengan keras. Sehingga, -___- nasi yang akan kulahap malah jatuh berserakan di meja. T.T

"Daichan, T.T"

"Gomen~ hehe. ^^a"

Tingnong..

Ah~ Siapa lagi yang bertamu!

"Yuto-kun," panggil orang yang memencet bel itu. Dengan cepat aku membuka pintu dan..

"Airi? Doushite?"
Airi? Ya dia adalah tetanggaku. Dia manis, cantik, pintar, baik, dan tidak bisa ku jelaskan lagi. Airi memang sering berkunjung kerumahku dan dengan begitu dia dekat dengan keluargaku.

"Ini," katanya malu- malu dengan memberiku sebuah bekal. Tak apa malu-malu asalkan jangna malu-maluin~ Eh?? Lupakan!
"Ano~ Aku dengar orangtuamu sedang keluar kota dan pasti tidak ada yang memasak, jadi aku buatkan ini. Douzo," perhatian sekali~

Brukk.. Brukk.. Brukk..

Ribut sekali.
Ku tengok kebelakang. Apa yang mereka lakukan? Mengintipku bersama Airi. Hah~

"Arigatou~ Ah iya, silahkan ma一"

"Eh? Tidak usah. Aku pulang dulu ya. Jyaa Yuto-kun," kata Airi sebelum aku melanjutkan kata-kataku. Tampak rona merah dipipinya, manisnya~

"Ciee~ Yuto!" Mereka! Ku lihat kebelakang, tidak ada mereka. Ck!

"Hah~ Sepertinya hantu dirumahku keluar ya? Ada suara tapi, tak ada orangnya. Hihhh,"

"Kyyaaa~" Seketika mereka keluar dari persembunyiannya dan berlari ke arahku.

"Sudah! Aku mau berbelanja dulu,"

"Tunggu. Biar kami saja yang berbelanja," cegah Yabu.

Ku lihat mereka satu-satu tampak antusias memandangku.

"Yasudah. Ini daftar belanjanya," ku serahkan secarik kertas tadi kantung celana, ku berikan kepada mereka.

"Aye sir!" Kata mereka serempak. Cepat mereka berlari ke luar rumahku. Hah~ sementara mereka belanja lebih baik aku tidur saja. Dari pada bosan menunggu.

---------------------------

"Yut! Yuto!"
Arrgghh~ Perlahan ku buka mataku. Melihat kesepenjuru arah. Iya~ Tadi aku tertidur di sofa ruang tamu.

"Yuto!" Panggil seseorang. Ku kerjapkan mata sekali lagi. Kini jelas terlihat orang yang memanggilku.

"Keito?" Ku ubah posisiku menjadi duduk.

"Kau tidur lama sekali? Sudah jam 9 malam nih!" Ku lirik jam dinding di ruang ini.
Weh? mataku membulat. Lama sekali aku tidur. -..-a

"Sudah, sudah. Yang lain sedang diruang tv tuh," langsung aku berlari kesana.

Daiki dan Chinen asik main Nintendo Wii milikku. Hikaru, Yabu, dan Kei asik mengemil sehingga sampah berserakan kemana-mana.

"Ryo, Ryu, dan Yuya?" Aku bertanya pada Keito dibelakangku. Dia hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu lalu duduk bersama yang lain.

Pasti.....

Ku berlari ke arah kamarku. Saatku buka pintunya dan melihat kedalam tampak Ryo yang berbaring dikasurku, Ryu dan Yuya asik memainkan komputerku.
Heh?? Calm down Yuto~ Mereka sahabatmu dan sudah menganggap mereka sebagai keluargamu. Calm down, calm down, ca一

"Yuto,"

"HAI'!" Sedang asik dengan pikiranku, Hikaru mengagetkanku dan yang lain berdiri dibelakangnya.

"Yang lain sudah mengantuk. Dimana kamar kami?" Iya ya~

Kutuntun mereka ke 2 kamar tamu. Terserahlah sekamar mau berapa orang. Lalu kembali kekamarku. Iya aku lupa! Ryo masih tidur disana. Perlahan ku bangungkan dia.
Tak ada respon. Sudahlah.
Malam ini dingin sekali. Brr~ Aku ingin ke kamar mandi. Tak perlu repot ke luar kamar, karna dikamarku sudah tersedia kamar mandi. Ku masuk ke kamar mandi, lalu kukunci dari dalam. Selesai! Kubuka kembali pintunya.
Are? Tak mau terbuka? Ku gedor-gedor dan panggil nama Ryo tak ada jawaban. Siapa yang mengunciku? TwT MINNA! Bagaimana ini? Yang kulakukan hanya duduk selama kurang lebih sejam. Ku coba dorong kembali pintunya tidak mau terbuka.

"Baiklah‎," tak ada pilihan selain ku dobrak pintunya.

1

Mundur beberapa langkah.


2

Tarik nafas dalam-dalam.

3

Hiyyaaaa~

Gubrakk...

Heh? Berhasil terbuka? Saatku mendobrak pintu itu berhasil! Malah menyebabkan aku jatuh terguling-guling dilantai, ya bisa guling-guling gitu karna kamarku cukup luas. Kalau kalian mau main guling-gulingan disini tidak apa. Ah! Rasanya nyeri di bagian atas lenagan ku. Lengan kananku sakit akibat untuk mendobrak pintu tadi.
Perlahan aku bangkit dari keterpurukan, bukan! Dari jatuh. Berhasil bangun, ku lihat jam dinding dikamarku ini. Eh?! Tak kusangka dari terakhir sebelumku ke kamar mandi pukul 22.00 dan sekarang setelah keluar pukul 23.45.

Ada sesuatu yang janggal. Pandanganku beralih ke atas kasurku. Ryo. Ya, Ryo tidak ada? Ku cari disudut-sudut kamar ini tidak ada. Coba cari di ruang tamu dan keluarga juga tidak ada. Atau mungkin dia dikamar yang lain. Juga tidak ada, malah yang lain juga tak ada! Kemana mereka? Ku coba cari dibalko atas juga tidak ada. Berkeliling mencari mereka didalam rumah memang tidak ada gunanya. Atau? Mereka sudah pulang? Masa iya malam-malam begini.
Merebahkan diri di sofa sepertinya nyaman. Ku duduki saja sofa diruang tamu.
Nyamannya~~

Drap.. Drap.. Drap..

Kenyamananku terganggu karna terlintas seseorang berlari ke arah pintu masuk rumahku. Tanpa ragu, ku coba ikuti. Sampai diluar aku bingung ke arah mana orang itu? Pasti Taman!
Ku coba memeriksa taman belakang rumahku dan...

"Otanjoubi Omedetou!"

Seketika suara riuh kembang api menggelegar. Dihapanku berdiri mereka yang aku cari. Dan itu bukannya orangtua dan adikku? Heh?
Mereka semua berjalan kearahku. Pesta kejutan? Kenapa aku tidak sadar.

"Otanjoubi Omedetou Yuto. Gomen, kami berbohong untuk tpulang lebih lama," ucap Ibuku dengan memelukku.

Yang lain tampak tersenyum bahagia~ "Gomen Yuto~ Kami bikin kekacauan dirumahmu. Ini rencana kami dan keluargamu lohh~~" Ucap Yabu yang dijawab anggukan mereka semua~ "Daijoubu~~ Arigatou gozaimasu~" Minna! Arigatou~ Kalian memang sahabatku yang paling baik! ARIGATOU~~ Semua pun larut dalam pesta dengan bahagia.

Saat pesta selesai aku dan kesembilan sahabatku berkumpul di taman sambil berbaring memandangi bintang-bintang dilangit~
"Menyenangkan!" Ucap kami bersamaan~ Ini adalah ultahku yang ke 19 tahun~ Sangat! Sangat senang!
Lalu semua larut dalam diam~ Berkutat dengan pikiran masing-masing~ Tiba-tiba Chinen bangkit untuk duduk lalu menatap kami, begitupun kami yang merasa ikut melihat Chinen. Ada sesuatu yang ingin ia bicarakan kah? "Etoo~ Besok berlibur dirumah siapa lagi ya?" 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar