Tampilkan postingan dengan label fanfic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fanfic. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Februari 2013

Niichan ga daisuki [fanfic]


Title                 : Niichan ga daisuki
Author             : T.Gita.K
Stairing           : Ninomiya Kazunari, Shida Mirai, Matsumoto Jun, Kamiki Ryunosuke
Genre              : mencoba romance
Rating             : PG 15
Disclaimer       : Semua tokoh ini ada yg punya. Pembuatan fanfic ini berdasarkan imajinasi author dan merupakan request dari Rika Khairani (fakesmiraiID)


Mirai  akhirnya mendapatkan ayah baru tampak bahagia. Orang tua mirai bercerai sejak gadis itu masih kecil. Ayahnya sudah menikah lagi setelah mereka bercerai dan ibu baru saja menikah beberapa bulan yang lalu. Mirai mendapatkan seorang niichan anak dari ayah barunya itu. Tetapi sampai sekarang dia belum pernah bertemu dengan kakaknya itu. Mirai hanya mendengar keberadaan nino dari cerita ayah tiri ibunya.
“ne kaachan kapan mirai bisa bertemu dengan niichan?” tanya gadis itu bersemangat. Mirai merupakan anak tunggal dia terbiasa sendiri ketika dia mengetahui bahwa dia akan mempunyai niichan dia sangat senang sekali.
“ nanti juga kamu ketemu kok mungkin niichan lagi sibuk dengan pekerjaannya. Kamu kan tau niichan itu direktur salah satu perusahaan touchan. Sabar ya” ibunya menjelaskan. Walaupun sedikit kecewa belum bisa bertemu dengan niichan yang dinantikannya tapi gadis imut itu tetap menanti pertemuan mereka.
.
.
.
“shida chan ada yang nyariin tuh di ruang guru” kata salah satu teman shida. Shida langsung bergegas ke ruang guru penasaran dengan sosok yang mencari dirinya. Tampak seorang pria dudu di ruang tunggu guru shida menghampiri pria tersebut. dengan hati – hati shida melihat wajah pria itu.
“ah mirai chan, gomen aku mendadak kesini aku dimintai tolong oleh nino buat jemput kamu” kata pria tersebut. shida tampak bingung dengan kehadiran pria yang dikenalnya itu dan juga tentang orang yang disebutnya.
“nino? Dare ka? Sumimasen aku harus ke kelas” pria itu menahan langkah shida dia langsung membawa shida ke mobilnya. Shida nampak ketakutan berusaha keluar dari mobil tersebut tapi gagal. Shida pun mencari akal lain dia mengambil keitainya dan segera menulis pesan SOS ke sahabatnya Kamiki Ryunosuke.
“ah gomen ore wa matsumoto jun. Nino no tomodachi. Shinpai shinai de aku hanya membawa shida chan ke tempat nino” kata pria tersebut membuka perbincangan. Shida masih tampak ketakutan dan bingung siapa nino yang dimaksud pria yang bernama matsumoto jun tersebut.
“anooo nino wa dare? Sono hito wa shiranai gomen” shida memberanikan diri menanyakan apa yang dibenaknya.
“ee?! Shiranai yo? Nino wa anata no oniichan da yo?” jawab jun yang tampak kaget dengan pertanyaan shida.
“ niichan? Etto aku anak tunggal jadi mungkin anda salah orang bisakah turunkan aku di depan” jun menghiraukan permintaan shida kemudian melesat pesat hingga akhirnya mereka tiba di apartemen mewah dimana hanya orang tertentu yang bisa membeli apartemen itu.
“kau akan tau nanti . ikou” kata matsumoto membukakan pintu shida mengijinkan gadis itu keluar dari mobil dan masuk ke apartemen. Matanya mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
“konnichiwa imouto chan” sapa seorang pria tepat di depan shida. Pria tampan yang telah menunggu kehadiran shida. Shida tampak bingung dengan pria tersebut.
“kita belum pernah bertemu jadi wajar kalau kau bingung. Ore wa ninomiya kazunari, anata no oniichan”
“ee?! Kalian kakak adik tapi belum pernah bertemu? Pantes shida chan tampak ketakutan dan bingung saat aku bawa ke sini”
“oniichan? Aku mau pulang!”
“hai hai aku akan antar kamu pulang sekalian bertemu dengan kaachan” nino mengambil jaket yang dibawakan pelayannya. Mobil mewah keluaran terbaru sudah menyambut mereka dan siap mengantar mereka.
“anata wa nino niichan?” tanya shida yang masih ragu dengan keberadaan nino. Nino tersenyum mendengar pertanyaan adik kecil barunya itu.
“ hai. Aku dah merhatiin mirai dari sebelum orang tua kita menikah dan aku mau kita bukan sebagai kakak adik” shida terkejut dengan ucapan nino. Shida hanya bisa diam ga berani berbicara apa- apa lagi.
.
.
.
Shida duduk di taman sekolahnya pikirannya masih teringat perkataan nino waktu itu. Kata – kata itu membuat shida semakin bingung.
“mirai chan doushita?” tanya seorang pria yang merupakan sahabat mirai.
“etto nino niichan...” shida akhirnya menceritakan tentang nino ke kamiki. Kamiki memang mengetahui klo shida akhirnya memiliki seorang niichan. Kamiki terkejut dengan cerita mirai sama seperti mirai waktu itu. Mereka pun akhirnya bertukar pendapat sampai akhirnya mirai melihat sosok pria yang sudah dikenalnya menghampiri mereka. Mirai tampak ketakutan dan bersembunyi di balik kamiki. Kamiki melihat mirai ketakutan langsung melindungi mirai.
“mirai chan  ikou”  ajak pria itu mirai masih bersembunyi di balik kamiki
“anata wa dare” tanya kamiki ke pria itu
“boku wa nino desu. Mirai no oniichan” pria itu tersenyum ke arah mirai dan kamiki.
“aku ga mau ikut ma niichan” mirai keluar dari persembunyiannya
“kamu masih mikirin perkataan aku kemarin? Aku ga akan maksa perasaan kamu kok. Jangan khawatir aku ga akan berbuat macam-macam. Aku mau ngajak kamu ke sebuah tempat rahasia” bujuk nino yang masih tersenyum. Mirai mulai percaya dan menyetujui ajakan nino.
.
.
.
Mereka tiba di sebuah pantai pasir putih yang masih belum banyak dikunjungin wisatawan. Pantainya masih bersih pohon kelapa yang banyak dan biota laut yang bisa kita liat dengan jelas karena airnya yang masih jernih. Angin bertiup membelai rambut panjang mirai dengan indah.
“kirei na” ucap mirei merasakan alam yang indah yang jauh beda dengan yang di tokyo
“aku tau kamu pasti suka. Tempat ini spesial buat aku disini aku mencurahkan semua isi hati dan hatiku bisa tenang”
“niichan pasti lelah ngurusin perusahaan touchan?”
“bohong klo aku bilang ga lelah tapi itulah tanggung jawab ku sebagai pewaris salah satu perusahaan terbesar di jepang demo semua berubah ketika aku mengenal kamu?”
“aku?” mirai tampak bingung dengan cerita nino. Nino tersenyum membelai rambut indah mirai dengan penuh sayang
“kamu membuat aku semakin bersemangat arigatou na” muka mirai mendadak merah gadis itu langsung menutupi wajah cantiknya agar tak terlihat oleh nino. Matahari mulai terbenam mereka memutuskan untuk pulang mengingat mirai masih harus bersekolah esok hari. Nino mengantar mirai pulang walaupun keluarga mereka bersatu tetapi mirai dan nino tidak 1 rumah. Nino memutuskan tinggal di apartemen pribadi miliknya.
Hari berganti hari mirai sudah mulai nyaman dengan keberadaan nino. Setiap kali mirai penat dia langsung menghubungi nino dan mereka selalu ke pantai itu. Perlahan demi perlahan mirai merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
.
.
.
“ryunosuke chan” teriak mirai ketika sosok sahabatnya terlihat dengan segera mirai menghampiri sahabatnya itu dan menariknya ke taman sekolah
“doushita mirai chan? Apa ada masalah ma nino san?” tanya kamiki merasa khawatir. Mirai menggelengkan kepalanya dan mulai menceritakan apa yang dia rasakan akhir – akhir ini.
“mirai chan, kamu jatuh cinta ma nino san?” tanya kamiki hati – hati
“ee?! Muri da yo. Ga mungkin aku jatuh cinta ma niichan. Lagi pula kita kakak adik ga boleh saling jatuh cinta bukan?” mirai menyangkal pertanyaan kamiki tetapi dia terus memikirkan pertanyaan kamiki itu.
.
.
.
Mirai’pov
Apa benar perkataan ryunosuke tadi? Apa iya aku jatuh cinta ma kakak sendiri. Ga mungkin banget. Aku terus memikirkan perasaan ku terhadap niichan. Aku turun dari kamar ku berkumpul dengan touchan dan kaachan.
“yo mirai” sapa seseorang yang ga asing buat ku. Aku melihat orang itu kegembiraan terpancar ketika melihat pria itu ya dia kakakku nino. Senyumnya yang menawan membuat aku seperti berada di kebun bunga
“mirai kemari” ajak touchan agar aku bergabung dengan mereka di ruang keluarga. Atmosfer di ruangan yang biasanya santai berubah jadi serius. aku memandang wajah kaachan, touchan dan niichan bergantian.
“mirai, nino akan dijodohkan dengan anak kerabat papa. Dan mereka akan bertunangan bulan depan” touchan menjelaskannya padaku. Seketika aku melihat wajah niichan yang masih tersenyum membuat hati ku sakit.
“kenapa mendadak touchan kaachan?” kata ku tak percaya dengan berita yang ku terima ini.
“sebenarnya ini ga mendadak. Sebelum aku bertemu kamu aku sudah tau perjodohan ini” ucap nino memandangku dengan serius. aku ga tau apa yang harus aku lakukan aku segera masuk kamar mengambil tas selempang yang aku gantung dan segera keluar dari rumah.
.
.
.
Mirai terus berlari tanpa arah air mata yang dari tadi ditahannya perlahan menerobos pertahanannya. Mirai terdiam di sebuah pantai. Pantai yang selalu membuatnya tenang bersama nino di sampingnya. Mirai terdiam melihat indahnya pantai putih itu airmatanya terus turun.
“gomen aku ga bilang masalah ini ke kamu. Karena kita kakak adik jadi ga masalah klo aku akhirnya menikah dengan gadis lain walaupun aku menyadari hatiku hanya untuk mu i love u  mirai” nino memeluk mirai dari belakang membuat mirai sedikit terkejut.
“niichan yamete. Aku ga mau denger kata love dari niichan kita kaka adik kan?” tanya mirai menundukan kepalanya enggan melihat wajah nino.
“klo begitu kenapa kamu menangis saat mendengar berita itu?”
“sore wa....”
“karena kamu cinta aku bukan sebagai kakak adik melainkan laki – laki dan perempuan. Klo itu yang kamu rasakan kita bicarakan ini semua ke touchan dan kaachan” nino menarik lengan mirai tetapi ditahannya, gadis itu masih menunduk memikirkan sesuatu.
“mou daijoubu ikou” nino menenangan mirai menggenggam tangan mirai dengan erat.
.
.
.
“kaachan touchan nino mencintai mirai restui kami” nino bersimpuh di hadapan kedua orang tuanya. Mirai melihat wajah serius nino yang belum pernah dilihatnya.
“aku juga mencintai nino niichan kaachan gomen” mirai ikut bersimpuh. Kedua orang tua mereka tampak saling pandang melihat mirai dan nino bersimpuh di hadapannya.
“kalian ini kakak adek ga boleh saling mencintai” bentak touchan membuat mirai ketakutan memegang erat tangan nino.
“kami memang kakak adek tapi kami ga sedarah touchan onegai restui kami” nino tetap dengan pendiriannya
“tidak touchan ga kan pernah restui kalian” touchan meninggalkan nino dan mirai di ruang keluarga. Nino langsung mengajak mirai keluar dari rumah dengan membawa perlengkapan seperlunya.
.
.
.
Sudah hampir 3 tahun mirai dan nino pergi dari rumah mereka pun menikah dan menempati di daerah pantai tempat mereka. Mirai dan nino pun di karuniai 2 orang anak yang lucu –lucu. Hingga suatu saat mereka bertemu dengan orang tuanya. orang tuanya yang tadinya menentang keras hubungan mereka akhirnya merestui dan menyayangi cucu dari mirai dan nino.



OWARI


gomen buat mirai n nino klo ceritanya aneh bin ngelantur hontou ni gomenasai yoo 
silahkan kritik dan sarannya ^^


Sabtu, 12 Januari 2013

FISH'S DAY (FF)


Title          : fish’s day
Author      : T.Gita.K
Stairing     : Nakayama Yuma, Yamada Ryosuke, Chinen Yuri  dan beberapa makhluk selingan
Genre       : friendship berencana sedikit komedi
rating        : G
disclaimer : tokoh tokoh tersebut emang beneran real idol author hanya fans mereka dan mencoba berkhayal yang kemudian di tuangkan di tulisan :3
summary  : yamada ryosuke dan chinen yuri merencanakan sesuatu di hari ulang tahun yuma yang tinggal beberapa hari lagi rencana mereka di bantu oleh teman – teman dan senpainya di JE. Apa yang mereka rencanakan?

 

Ryosuke dan yuri tampak serius berdiskusi di sebuah restoran langganan mereka. Restoran yang tidak terlalu bergaya mewah tapi diminati para pelajar. 2 pria itu saling memberikan pendapatnya mencari ide gila buat sahabatnya yuma.
“yuri, loe kan pinter masa idenya kaya gitu ga seru” protes ryosuke mendengar penjelasan ide yuri
“gw emang pinter tapi gw ga segila loe” ucap chinen yuri yang ga mau kalah dengan ryosuke. Mereka pun kembali berfikir keras mencari ide membuat pesta kejutan buat yuma.
“eh gimana klo gini..................................” ryosuke menjelaskan idenya yuri angguk –angguk tanda dia mengerti apa yang dijelaskan sohibnya itu.
“kapan kita mulai rencana ini?” tanya yuri bersemangat
“1 hari sebelum hari H biar tuh ikan ga curiga” usul ryoo. Yuri pun sepakat dengan usul itu. Hari sudah gelap mereka harus pulang di seruput jusnya dan segera mengambil jaket mereka bergegas pulang kerumah beristirahat setelah bekerja seharian.
.
.
.
Hari yang cerah untuk mulai berkatifitas kembali. Pria tinggi itu segera mengambil tas dan jaket kesayangannya dan bergegas menuju lokasi tempat konser JW. Langkah kakinya terhenti ketika dia melihat dua pria keci(?) menghampirinya.
“Yum, gw maen ke apartemen loe ya?” pria kecil sedikit kurus itu berkata dengan semangat
“gw juga ikut. Loe kan pernah komplen gw ga pernah maen selama loe di tokyo” susul pria kecil yang agak gemuk. Yuma tampak bingung dengan kelakuan 2 sahabatnya yuri chinen dan ryosuke yamada. Dia emang pernah bilang klo 2 sahabatnya itu ga pernah berkunjung ke apartemennya di tokyo.
“boleh aja kalian maen ke apartemen gw. Di tunggu ya” jawab yuma tersenyum. Yuri dan ryosuke yang berhasil 1 langkah rencananya tersenyum puas mereka pun kembali berkumpul dengan member JUMP.
Setelah konser JUMP WORLD selese ryosuke dan yuri dengan semangat mengikuti langkah yuma menuju apartemennya. Apartemen yuma memang lumayan jauh dari lokasi mereka konser sehingga mereka harus menggunakan mobil menuju kesana. Malam telah tiba jalan masih ramai ya mereka tinggal di ibu kota jadi masih ramai. Yuri, ryo dan yuma pun tiba di apartemen yuma. Apartemen yang lumayan besar di kelilingi taman yang indah. Tanpa pikir panjang ryo dan yuri segera masuk dan berbaring di sofa.
“aaa kimochiii, ne yuma gw nginep disini yak udah malem juga klo gw balik” ucap yuri nyimpen tasnya di meja dekat sofa.
“ ii yo” yuma menyetujui. Karna hari sdah malem yuri yuma ryo pun masuk kamar mereka tidur bersama .
.
.
.
Matahari menyapa ketiga pria tampan yang masih tertidur pulas. Yuri membuka matanya melihat ryo masih tertidur di sampingnya yuri langsung membangukan ryo dia ga mau rencana yang sudah direncanakannya gagal. Dengan usaha yang cukup keras akhirnya ryo bangun juga.
“ayooo kita jalanin rencananya”  ajak yuri menarik – narik lengan ryo. Dengan berat hati akhirnya ryo bangun.
“pertama- tama kita umpetin barang-barang kesayangannya” usul ryo. Bergegas ryo dan yuri berpencar menyembunyikan barang – barang kesayangan yuma.
“rencana kedua” ryo melirik ikan peliharaan yuma. Dengan hati – hati ikan yuma diambil oleh yuri dan di sembunyikan. Tak lama yuma membuka matanya bergegas ryo pura – pura tidur di sofa dan yuri anteng nonton tv di samping ryo.
“itu knapa ryo tidur di sofa?” tanya yuma yang heran melihat ryo tidur di sofa karena seinget dia mereka tidur bareng di kamar.
“tadi ryo bangun haus katanya terus tidur lagi” jawab yuri dengan santai. Yuma hanya bisa menganggukan kepalanya dan segera bersiap – siap menuju lokasi konser.
.
.
.
Setibanya di lokasi konser yuma bersikap seperti biasa seperti tidak merasa kehilangan membuat ryo dan yuri merasa khawatir rencananya gagal.
“kok yuma biasa aja apa dia ga sadar barang kesayangannya ilang?” tanya ryo ke yuri yang saat itu mereka sedang kumpul dengan JUMP
Di tengah – tengah konser ryo dan yuri sengaja menemani yuma sebagai NYC dan meminta yabu membawa kuenya ke panggung.
“yuma, gimana hari mu hari ini kan sekarang ultah?” tanya ryo melakukan perannya sebagai MC
“menyenangkan walaupun ada sedikit yang mengganggu pikiran gw sih” jawab yuma santai
“apa itu?” tanya yuri penasaran
“barang- barang kesayanganku hilang bahkan ikan peliharaan ku juga lenyap” jawab yuma datar. Yabu segera masuk panggung membawa cake bergambar ikan dan inoo membawa ikan kesayangan yuma + teman barunya. Yuma kaget dengan semua yang dilakukan teman – temannya
“gomen ne yuma barang kesayangan loe kita umpetin dan ikan loe udah ga alone lagi kita beliin ikan baru biar ga kesepian” kata chinen meminta maaf. Yuma hanya bisa tertawa
“arigatou minna”  ucap yuma di hadapan fans dan teman- temannya dengan perasaan senang yuma dan kawan – kawannya melanjutkan konser dengan sukses

-OWARI-
gomen ne yuma klo ceritanya aneh 
ide tiba - tiba ngeblank pokoknya 

お誕生日おめでとう 中山優馬



wish u all the best sakana kun :**





Senin, 24 Desember 2012

You are My Missing Piece (2/2)





Title          : u’r my Missing Piece
Author      : T.Gita.K
Stairing     : Yuto Nakajima, Yuma Nakayama,  Yamada Ryosuke, Chinen Yuri, Keito Okamoto, Yugo Kouchi, Ryutaro Morimoto, Yaotome Hikaru ß--- selingan
Genre       : mencoba romance
rating        : PG 15
disclaimer : semua tokoh ini ada yg punya. Pembuatan fanfic ini berdasarkan imajinasi author akibat maen RP -//-v
summary  : hubungan cinta Yuto Nakajima dengan Keito Okamoto berakhir dan Yuto pun menemukan cinta barunya bersama Yuma Nakayama.






“yuma” teriak yuto ketika melihat sosok yuma di sebrang jalan dengan segera yuto menghampiri yuma dan langsung memeluknya. Yuma hanya terdiam melihat kekasihnya itu 

“ kamu kemana aja aku khawatir ga ada kabar dari kamu. Aku kangen” yuto memeluk erat pria yang dicintainya itu. 

“aku buru-buru” Yuma melepas pelukan yuto dan menatapnya dingin. Yuto terkejut dengan reaksi yuma dia hanya bisa diam melihat sosok yuma menjauh. 

“yutorin doushita?” tanya keito menghampiri yuto. Yuto masih terdiam masih terkejut dengan reaksi yuma.

“ gomen kei, kita ga bisa latihan hari ini gomen” yuto langsung berlari meninggalkan keito dia berusaha mengejar yuma tapi ternyata tidak berhasil.

.
.
.
.
Yuma’s pov
Sial kenapa harus bertemu mereka. Ternyata mereka masih berhubungan souka jadi aku hanya pelarian mu saja yut. Arrrgghhh mumet, aku ga tau apa yang harus aku lakukan. Yuto terus menghubungiku tentu saja aku hiraukan aku benar – benar ragu dengan perasaannya. Aku matikan keitai agar dia tidak menghubungiku lagi. 

“yo yuma” aku mencari orang yang memanggilku ternyata kouchi yugo. Teman ku dulu di B.I Shadow
“yo! Ga ada latihan?” tanyaku padanya

“tidak ada. Gw mau makan ramen mau ikut ga?” tanya yugo. Aku berfikir sejenak sebelum menyetujui ajakan bocah itu. Aku menyetujui ajakan yugo dan pergi ke kedai ramen.

 “baca apaan go? Tugas” tanya yuma melihat yugo anteng baca buku sambil menunggu pesanan ramen mereka

“un tugas musim dingin gw banyak banget yum, btw loe kenapa? Kok gw liat loe agak sedikit ehm mumet gitu ada masalah?” yugo menutup bukunya dan menantikan jawaban dari sahabatnya itu. Tak lama ramen pesanan mereka pun tiba. Yugo yang sepertinya kelaparan melahap ramennya dengan semangat sedangkan yuma masih memikirkan yuto.

“umm gw ada masalah ma yuto yug” yuma memulai pembicaraan. Yuma dan yugo emang dekat mereka sering maen hang out bareng. Makanya yuma percaya ma yugo dan menceritakan semua permasalahannya dengan yuto.

Selesai makan ramen mereka pulang bareng. Apartemen yuma dan rumah yugo emang satu arah dan mereka sering pulang bareng klo selese latihan. 

“okaeri” yuto menghampiri yuma yang baru saja tiba di apartemennya. Yuma mengacuhkan yuto dan masuk apartemennya tapi langkahnya tertahan oleh yuto. Pria jangkung itu menahan yuma.

“mw ngapain kesini?” tanya yuma tanpa melihat yuto sedikit pun

“a aku khawatir ma kamu” yuto memeluk yuma dari belakang 

“khawatir? Uso kamu masih cinta kan ma keito? Aku cuma pelarianmu saja kan karena keito sekarang ma kento? Ya kan?!” nada bicara yuma meninggi. Dia tidak bisa lagi menahan emaosinya. Yuto terkejut dengan semua ucapan yuma. Dia tidak percaya kekasihnya berbicara seperti itu.

“aku ma keito cuma latihan aja. Aku ma dia ga ada apa-apa lagi” yuto berusaha menjelaskan apa yang terjadi tetapi hasilnya nihil. Yuma tetap dengan pendiriannya dia menutup dan mengunci pintu apartemennya meninggalkan yuto seorang diri di luar dengan udara dingin yang menusuk tulang. 

Yuto menunggu di depan apartemen yuma selama 5 jam tapi tak ada tanda-tanda dari yuma untuk memberinya kesempatan hatinya sakit. Dia kehilangan orang yang dicintainya lagi. Dengan hampa yuto pulang kerumahnya.
.
.
.
1 bulan lamanya yuto kehilangan yuma. Tiang yang ceria kembali murung sama ketika dia baru saja pisah dari keito. Keito yang tau permasalahnnya mencoba membantu yuto kembali ke yuma tapi apa yang dia perbuat tetep sama. Semua member HSJ termasuk yamachii pun mencoba menerangkan yang terjadi ke yuma tapi dia tetep ga percaya. 

“yut, udah dong jangan murung terus gw kehilangan loe yang ceria yut” yamada berusaha membujuk yuto kembali ceria. 

“gw sayang dia yam tapi dia entah apa yg dia pikirkan sampe dia berfikir gw Cuma manfaatin dia doang” ucap yuto. Chinen segera memeluknya menenangkan hati yuto.

“gw coba bicara ma yuma lagi kebetulan hari ini NYC latihan buat single terbaru” kata yama menahan emosinya 

“ne gw ikut ya. Gw mau ketemu dia kangen dia” yuto merengek ke yama n chinen. 

“sebaiknya jangan dulu yut. Yuma pasti masih emosi” chinen menolak keinginan yuto bertemu yuma. Yuto hanya menunduk pasrah dan dengan tidak bersemangat melanjutkan kegiatan mereka.
.
.
.
.
yuma terus menerus melihat foto-foto di keitainya. Foto-foto kemesraan dia dan yuto masih tersimpan di keitai kesayangannya. Dia merasakan kehilangan sosok yuto disisi lain dia kecewa ma yuto yang menurutnya mengkhianati yuma. Yuma melangkahkan kaki menuju lokasi latihan. Dia akan latihan untuk single terbaru NYC sebenarnya dia senang mungkin saja dia bisa bertemu dengan yuto. 

“ yo yuma” sapa chinen ketika yuma datang. Yuma tersenyum sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok yuto. Tapi sosok yuto tidak dia temukan.

“doushita?” tanya chinen menyadarkan yuma. Yuma menggeleng-gelengkan kepalanya dan langsung mengajak rekannya latihan.

Mereka latihan dengan serius walaupun yuma sedikit memikirkan yuto tapi bisa dikatakan lancar. 3 jam latihan cukup menguras tenaga 3 pria kece ini. Mereka istirahat sejenak nyender di tembok mengatur napas mereka. 

 “yum, bisa kita bicara sebentar” pinta yama setelah latihan selese chinen yang menyadari kekasihnya sedang emosi segera merangkul lengan yama.

“sebaiknya kita bicara di taman aja gimana?” usul chinen yang khawatir akan terjadi sesuatu yang mungkin akan merusak tempat latihan mereka. Yuma dan yama pun setuju kemudian mereka bertiga. 

Suasana malam itu agak sepi mereka baru selese aktivitas jam 9 malam. Walaupun masih banyak warga yang berlalu lalang dan kendaraan masih banyak melintas tapi jumlahnya semakin berkurang. 3 idola remaja itu menyusuri jalan menuju taman kota yang tidak terlalu jauh dari tempat latihan mereka. Mereka sampai di taman kota yang dipenuhi dengan wahana bermain untuk anak – anak dan pohon – pohon yang rindang. Yama, yuma dan chinen duduk di pinggir taman yang diperuntukan untuk warga menghabiskan waktu kosongnya

“yum loe ma yuto ada masalah apa sih? Gomen klo gw ikut campur urusan kalian tapi gw ga tahan liat yuto yang terus- terusan murung mikirin loe sedangkan loe sendiri ga peduli” yama mulai mengeluarkan emosinya. Sedangkan chinen hanya bisa menenangkan kekasihnya itu agar tidak loss control. Yuma menunduk mendengarkan ucapan yama. 

“bukan urusan loe yam” ucap yuma dingin. Yama yang mendengar ucapan yuma langsung meninju keras muka yuma. Yuma pun tersungkur jatuh dan segera dibantu oleh chinen

“BUKAN URUSAN GW?! LOE TAU APA YANG DIPIKIRIN YUTO SELAMA INI? LOE YUM! DIA CINTA MA LOE” Yama sudah tak bisa lagi menahan emosinya

“CINTA?! DIA CUMA MANFAATIN GW SEBAGAI PELARIANNYA. SELAMA INI YUTO MASIH CINTA MA KEITO GW UDAH LIAT BUKTINYA!” yuma pun terpancing mengeluarkan emosinya 

“BUKTI APA?! YUTO CUMA LATIHAN MA KEITO GA ADA YANG LAIN! CUMA LOE YANG ADA DIHATINYA SADAR LOE” yama masih terus meninju yuma, darah mengalir dari bibir dan hidung yuma chinen berusaha menahan yama tapi tidak bisa yama terlalu emosi 

“yum, yuto bener-bener cinta loe. Keito Cuma masa lalunya. Apa yang terjadi antara mereka itu Cuma sebatas profesi dan sahabat ga lebih” chinen membantu meyakinkan. Yuma terdiam kesadarannya tiba-tiba hilang.
.
.
.
Yuto yang mendengar kabar yuma masuk rumah sakit langsung segera pergi tergesa-gesa. Dia takut terjadi apa – apa terhadap yuma orang yang dicintainya. Yuto langsung menghampiri yuma yang terbaring di kamar. Sedih ya itu yang yuto rasakan melihat kekasihnya terbaring dengan luka memar di mukanya. Dia mengelus lembut rambut kekasihnya dan memegang erat tangannya.

“gomen” yuma membuka matanya melihat sosok yuto di hadapannya. Yuto langsung memeluk erat pria yang dihadapannya

“gomen aku ragu ma perasaan mu. Ada rasa kehilangan ketika kamu tak ada disisi ku. Kangen liat wajah dan senyum mu. Daisuki yuto. You are my missing piece” yuma melanjutkan ucapannya tampak senyum di wajah yuto.

“yuma ga ichiban daisuki. Gomen aku buat kamu ragu. Ne, jangan tinggalkan aku lagi. Aku takut” yuma mengangguk yuto tersenyum melihat reaksi kekasihnya dan mencium lembut bibir yuma

“ehem kita dilupakan. Ok kita juga bisa” kata yama yang protes merasa terlupakan padahal dirinya dan chinen ada di samping mereka. Yama yang ga mau kalah dengan pasangan yuma yuto langsung menarik chinen kedekapannya dan mencium bibir imut chinen dengan lembut.
.
.
.
.
Hari berganti hari yuma telah pulih dari memarnya dan wajah tampannya kembali lagi. Hari ini sudah diputuskan sebagai kencan masal bagi member HSJ dan NYC. Mereka janjian di disney land tokyo. 

“eit ini ga adil masa Cuma gw yang ga ada couple?! Yama ma chinen, yuyan ma daichan, keito ma ken, yabu ma inoo, yuma ma yuto. Gw?! Harusnya kan gw inoo dan yabu itu cinta segitiga” protes hikaru yang tidak mempunyai couple 

“yo hika loe ama gw aja ohohoho ayo sini sayang” ryutaro noel- hika dan menggodanya. Semua rekan – rekannya serentak tertawa melihat tingkah hika dan ryuu.




-OWARIMASHITA-

ditunggu kritik dan sarannya