Fanfic ini ku buat untuk mengikuti kompetisi fanfiction yang diselenggarakan oleh Hey!Say!JUMP Lounge
Title
: 3 Hari menjelajah Osaka
Categories
: Fanfiction – OneShot
Genre
: Adventure
Rating
: G
Theme
song : YUI - We Will Go
Author
: Tachikawa Gita Kinomoto
Cast
: 1. Yamada Ryosuke
2. Morimoto
Ryutaro
Synopsis/Quote
: Yamada Ryosuke dan Morimoto Ryutaro memutuskan untuk bertualang di Osaka.
Mereka pergi tanpa sepengetahuan manajer dan rekan –rekannya.
Selamat
Membaca
Hari
yang ku nantikan akhirnya tiba, hari dimana ku bisa bertualang menjelajahi kota
Osaka yang terkenal dengan kastilnya. Terakhir ku mengunjungi kota ini saat
syuting shonen club dan konser terakhir dan pada saat itu tak ada waktu bagi ku
untuk mengelilingi dan mengenal lebih dekat kota ini. Aku langsung menghubungi
rekan seperjalanan ku Morimoto Ryutaro setelah mempersiapkan barang-barang yang
akan ku bawa.
“moshi - moshi ryuu chan, kau ada dimana? Ku udah siap” kata ku di telpon
“Baka!
Aku masih di sekolah” jawab Ryuu dan memutuskan panggilan ku.
“oh
ternyata memang belum waktunya murid Horikoshi pulang, aku tidak sabar
menikmati perjalanan yang akan ku tempuh dengan ryuu chan” kata ku melihat jam
yang ada di tangan ku itu. Dengan sabar ku menanti kabar dari member termuda
JUMP itu. Sesekali ku membaca manga kesukaan ku. Drett drett ponsel ku bergetar dengan segera ku ambil ponsel yang
ada di meja yang bersebalah dengan kasur ku itu.
Aku menuju rumah mu. Kau
bersiap-siap lah. Jangan sampe kita ketinggalan kereta
-Morimoto Ryutaro-
Setelah
membaca pesan dari ryuu, ku langsung membereskan manga yang tadi ku baca. Ting Tong bel pintu rumah pun berbunyi
dengan semangat aku turun dari kamar ku yang berada di lantai dua dan membuka
pintu. Ryutaro sudah siap dengan 1 tas ransel besar di pundaknya.
“ikou yo.
ittekimasu” kata ku menarik Ryuu untuk segera pergi menuju osaka. Kami
memutuskan menggunakan trasportasi shinkasen karena kami ingin mencoba
berjelajah ala backpacker. Selama perjalanan seperti biasa ku menghabiskannya
dengan membaca manga yang ku bawa dari rumah dan tentu saja dengan tidur
sedangkan Ryutaro yang duduk bersebelahan dengan ku membuka buku pelajarannya
dan akhirnya tertidur pulas sama dengan diriku. Perjalanan yang cukup
melelahkan bagi kami akhirnya berakhir dengan selamat. Bermodal dengan buku
panduan dan desas – desus dari beberapa kerabat untuk mencari tempat penginapan
yang murah meriah. Ku kenakan topi untuk penyamaran ku selama di Osaka
sementara Ryu tidak menggunakan apa – apa untuk penyamarannya sehingga beberapa
gadis yang mengenali sosok Ryutaro Morimoto member Hey!Say! JUMP yang sedang
vakum itu berteriak histeris ketika kami melewati mereka.
Setelah
melewati beberapa rintangan akhirnya kami sampai juga di sebuah penginapan yang
bagus dan sesuai dengan situasi kami saat ini. Aku dan Ryuu 1 kamar. Kamarnya
tidak begitu besar dan tidak terlalu kecil cukuplah untuk dihuni oleh aku dan
Ryuu. Hal pertama yang ku tuju adalah beddo. Tanpa basa – basi lagi ku langsung
menjatuhkan diriku ke beddo.
“aaa, kimochii” kata ku terbaring di kasur yang empuk itu. Ryuu tampak sibuk membereskan
barang – barang pribadinya dan membuka jendela kamar agar ada udara segar
memenuhi ruangan kami.
“ne
yama chan. Kita kan di sini selama 3 hari saja. Kau sudah punya planning mau ke
tempat apa dan mau ngapain di sana?” tanya Ryuu yang sekarang sudah duduk di
samping ku. Ku terdiam sejenak memikirkan apa yang ditanyakan Ryuu pada ku.
“hemp,
belum. Kau sendiri bagaimana? Jadi hari ini kita kemana?” tanya ku pada Ryuu.
“sudah
kuduga. Bagaimana kalau malam ini kita ke daerah Namba dan Shinsaibashi?” tanya
Ryuu padaku dengan memperlihatkan photo daerah yang akan kita tuju di buku
panduan.
“setuju!
Tapi karena kita baru sampai kita harus istirahat dulu. Ok aku duluan yang
bersih – bersih diri. Setelah itu kau” kata ku menyetujui ide Ryuu. Aku
langsung mengeluarkan peralatan mandi yang ada di tas ku.
.
.
.
.
Daerah
namba dan Shinsaibashi merupak tempat yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Di
daerah ini terdapat restoran dan toko – toko yang menjadi ciri khas tempat ini.
Ku dan Ryuu memutuskan untuk makan malam di daerah ini. Pilihan kami jatuh di sebuah
restoran dengan papan reklame berbentuk kepiting raksasa.
“setelah
ini, kita ke Osaka Castle” kata ku bersemangat setelah semua energi ku kembali
penuh dan siap menjelajahi daerah osaka yang lain.
“sebaiknya
kita istirahat dahulu, masih ada hari esok untuk ke osaka castle kan?” kata
Ryuu yang memang terlihat lelah karena perjalanan kami dari tokyo ke osaka.
“ok.
Besok sesudah sarapan kita ke tennouji zoo dan aquarium kaiyukan. Malamnya kita ke Osaka castle.” Kata ku
bersemangat mengingat indahnya kastil osaka di malam hari dengan terangya lampu
– lampu di kastil dan terang bulan saat itu. Ryuu pun menyetujui rencana ku ini
dan memutuskan untuk kembali ke tempat penginapan untuk beristirahat.
.
.
.
Sesuai
dengan rencana kita sebelumnya, ku menggunakan kaos dan jeans siap menjelajah
daerah Osaka. Ku membuka kembali buku panduan yang ku bawa.
“pertama,
kita ke sini” kata ku menunjukan lokasi yang akan kita tuju ke Ryutaro. Ryutaro
yang hari ini menggunakan kaos dan jeans tersenyum melihat ku begitu bersemangat.
Selama perjalanan kami beberapa kali mampir ke jajanan yang ada di sepanjang
jalan menuju tennoji zoo. Di tennoji zoo kami melihat beraneka macam hewan –
hewan unik tentu saja ku mengunjungi tempat dimana panda merah dan koala
berada. 2 hewan yang menjadi kebanggaan tempat ini.
Setelah
puas menjelajah tennoji zoo ku langsung mengajak Ryuu ke tempat selanjutnya
aquarium Kaiyukan.
“chotto mate yama chan” kata Ryuu yang merasa lelah mengimbangi semangat ku yang sepertinya
tidak ada habisnya.
“kenapa?”
tanya ku melihat Ryuu.
“kita
istirahat dulu yu. Ku sudah lapar nih. Kau ini bersemangat sekali sih” kata
Ryuu
“baiklah
kita isi perut dahulu. Kita makan takoyaki” kata ku bersemangat menghampiri
pedagang takoyaki tak jau dari lokasi kita berada. Ryuu hanya geleng – geleng
kepala melihat ku seperti itu. Akhirnya kita makan takoyaki dan okonomiyaki
sebagai makan siang kita dan langsung melanjutkan perjalanan ke aquarium
kaiyukan. Salah satu tempat wisata yang ada di Osaka yang memelihara ikan Paus
raksasa dan bermacam – macam jenis satwa laut yang ada di asia pasifik. Ku
hanya bisa takjub dengan keindahan satwa – satwa laut yang ada di akuarium
kaiyukan.
Tak
terasa matahari mulai terbenam. Ku dan Ryuu memutuskan kembali ke penginapan
kami untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan aktivitas kembali.
.
.
.
Setelah
puas dengan istirahat kami melanjutkan perjalanan menuju kastil osaka yang
sangat terkenal. Suasana di kastil begitu indah dengan gemerlap lampu kastil
dan bunga – bunga sakura yang bermekaran menambah keindahan kastil itu. Ku membuka
tas yang ku bawa mencari – cari kamera yang sengaja aku bawa untuk mengabadikan
perjalanan ku dan Ryuu ke osaka.
“Ryuu,
kita poto di sini yu” ajak ku pada Ryuu yang masih memandang kastil osaka yang
begitu indah.
“setuju,
tapi siapa yang mau potoin kita?” pertanyaan Ryuu membuat ku berfikir. Akhirnya
ku meminta seseorang yang sedang berjalan melintasi kami untuk mengambil foto
kami di depan istana osaka. Aku dan Ryuu pun menghabiskan malam di kastil itu
dengan berfoto – foto.
.
.
Hari
terakhir di Osaka kami memutuskan ke kuil shitennoji dan kuil Sumiyoshitaisha dan
membeli souvenir sebagai buah tangan dari Osaka di pusat perbelanjaan
tenjinbashi. Selama perjalanan ponsel ku terus berdering banyaknya email dan
telephon masuk yang sengaja ku abaikan.
Yama chan, kamu dimana? Sudah 3 hari ini susah sekali dihubungin. Ingat
besok kita ada syuting dan pemotretan buat single NYC
-Chinen Yuri-
Yama chan, kenapa tidak membalas email ku dan menjawab telephon
ku? Kita besok latihan untuk mempersiapkan asia tour. Balas email ku segera!
-Yabu Kota-
“mereka
mencari mu kan?” tanya Ryuu membuatku terkejut. Ku tersenyum menjawab
pertanyaan Ryuu
“ayo”
kata ku mengajak Ryuu untuk ke 2 kuil yang akan kita tuju. Di kuil itu kami
berdoa untuk masa depan kami. Setelah dari kuil kami ke pusat perbelanjaan
Tennoji. Cuaca hari itu tidak terlalu panas dan dingin karena sudah memasuki
musim semi. Di sebuah toko ku memutuskan untuk berpisah dengan Ryuu. Tak terasa
hari sudah mulai gelap ku mencari – cari sosok Ryutaro tapi tidak ku temukan. Ku
panik dan mencoba menghubunginya tapi tidak ada jawaban.
“sudah
jam 10 malam. Mungkin dia sudah di penginapan” kata ku melihat jam tangan ku. Ku
memutuskan untuk kembali ke penginapan dengan membawa barang – barang belanjaan
untuk oleh – oleh. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama. Ku tidak
melihat sosok Ryutaro di kamar penginapan. Ku terus mencoba menghubungi Ryuu
tapi tetap tidak ada jawaban.
“apa
jangan – jangan kejadian kemari terjadi lagi” pikir ku mengingat Ryuu pernah di
culik oleh fans nya yang membuat kami member JUMP panik. Pikiran ku semakin
tidak menentu mengingat Ryuu yang sampai jam 11.30 malam masih di luar di kota
Osaka dimana dia pun tidak tau arah. Dengan terus memikirkan Ryuu ku putuskan
untuk bersih – bersih diri sebelum kembali mencari dan melaporkan hilangnya
Ryuu ke pihak yang berwajib.
Ting tong
“sepertinya
bukan Ryuu. Siapa sih tengah malam bertamu?” kata ku melihat jam yang ada di
dinding. Dengan rasa lelah dan kantuk yang berat ku buka pintu kamar.
“Otanjoubi
Omedetou” kata Ryuu membawa strawberry shortcake di tangannya.
“Morimoto
Ryutaro. Kau ini kemana aja?! Aku panik saat kau menghilang dan hampir saja ku
melapor ke pihak berwajib” kata ku sedikit kesal dengan tingkah anak ini yang
membuatku panik. Ryuu tertawa melihat dan mendengar ucapan ku itu. Membuatku memukul
pelan kepala anak itu dan memeluknya.
“arigatou”
kata ku setelah meniup lilin yang ada di atas kue yang dibawa Ryuu. Kami berbincang
sampai lupa waktu.
“ayo,
tidur besok kita harus kembali ke tokyo pagi – pagi” kata Ryuu mengingatkan ku.
Ku kembali ke kasur empuk yang sudah menunggu ku dan kembali terlelap.
.
.
.
Sampai
Tokyo, sesuai dengan perkiraan ku, chinen dkk marah – marah karena “menghilangnya”
aku selama 3 hari dan hanya membawa souvernir dan makanan khas Osaka awa-okoshi
dan konbu. Mereka pun mengucapkan selamat ulang tahun padaku.
THE
END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar